Festival-festival terbaik di Nusa Tenggara Timur

Festival-festival terbaik di Nusa Tenggara Timur

Festival-festival terbaik di Nusa Tenggara Timurmayfairfestival Memiliki konsep ngetrip ke Nusa Tenggara Timur? Yakinkan kalian mengerti penanggalan wisatanya, biar kalian tak melupakan festival- festival hidup yang hendak diselenggarakan sejauh tahun.

Festival-festival terbaik di Nusa Tenggara Timur

Festival-festival terbaik di Nusa Tenggara Timur

– Seremoni Adat Reba

Posisi: Dusun Bena, Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada( Pulau Flores)

Semacam thanksgiving yang diselenggarakan buat menyongsong Tahun Terkini, seremoni adat Reba umumnya diisyarati dengan kegiatan makan ketela serta gaya tari konvensional Besa Uwi. Ketela, yang diucap uwi, dikira selaku pangkal kehidupan untuk warga yang hidup di Kabupaten Ngada. Itu penyebabnya, pada peluang itu mereka mempertunjukkan lagu buat memuja ketela, judulnya O Uwi.

Saat sebelum seremoni adat Reba dibuka, mosalaki ataupun kepala adat dari warga Dusun Bena hendak menata penanggalan adat buat bentang satu tahun. Beliau menatanya dalam tempat yang diucap lanu.

Nyaris seluruh warga Kabupaten Ngada turut memperingati seremoni adat Reba. Waktunya bermacam- macam, terdapat yang memperingati di pengujung Desember, Januari, serta terdapat pula yang terkini merayakannya pada akhir Februari.

Baca juga : 10 Festival Adat Terbaik Di Afrika

– Bijaulungu Hiupaana

Posisi: Anakalang, Kabupaten Sumba Barat( Pulau Sumba)

Bijaulungu Hiupaana merupakan ritual keramat untuk penganut Marapu, keyakinan berumur di Pulau Sumba. Seremoni itu ialah wujud pernyataan terima kasih serta indikator dimulainya masa tabur, alhasil warga mulai mempersiapkan perkakas bertanam serta bibit untuk ladang- ladang mereka.

Pasola

Posisi: Dusun Lamboya serta Dusun Kodi, Kabupaten Sumba Barat( Pulau Sumba)

Adat- istiadat perang kuno pasola merupakan wujud pernyataan terima kasih warga Sumba atas hasil panen mereka. Golongan yang bertarung terdiri dari banyak orang opsi. Mereka mengendarai jaran yang telah didekorasi dengan riasan beraneka warna, kemudian silih melontarkan cengkal kusen alhasil pihak lain terluka. Bagi keyakinan setempat, darah player pasola diyakini hendak memupuk tanah. Ada pula, pasola umumnya diselenggarakan setelah Pergelaran Bau Nyale– adat- istiadat mencari cacing laut yang satu tahun sekali timbul pada malam hari sampai dinihari.

– Pahoru

Posisi: Bhodo, Kabupaten Sabu Raijua( Pulau Sabu)

Adat- istiadat Pahoru merupakan wujud pernyataan terima kasih pada Si Inventor, umumnya diiringi pertarungan dampingi anak pria serta ambalan jaran. Malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan Padoa– gaya tari adat yang populer di golongan anak belia setempat. Hiburan Padoa lazim dipertunjukkan di Tepi laut Bhodo yang berjarak 2 km dari Seba, bunda kota Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua.

– Prosesi Jumat Agung

Posisi: Larantuka, Kabupaten Flores Timur( Pulau Flores)

Prosesi yang diucap Semana Santa itu diselenggarakan mulai dari akhir Maret hingga dini April di Kota Reinha Rosari, Larantuka. Prosesi memandu Arca Berumur Ma ataupun arca Ibu Maria itu diiringi oleh semua pemeluk Kristen yang terdapat di Kota Larantuka serta wilayah orang sebelah. Sebagian pemeluk pula tiba dari bermacam arah bumi, spesial buat melihat prosesi yang sudah berumur 6 era itu. Jika kalian berencana tiba buat memandang langsung prosesi itu, janganlah kurang ingat pula bertamu ke desa- desa adat luar biasa di sekelilingnya semacam Belia Keputu, Kawaliwi, Gembira Kemie, Wurek Adonara, serta Kongo.

– Pate Baloi

Posisi: Takpala, Kecamatan Lembor Barat, Kabupaten Alor( Pulau Alor)

Pate Baloi merupakan seremoni awal masa tabur di Desa Takpala. Kegiatan itu lazim berjalan pada minggu kedua Maret serta diisyarati dengan pemancangan bambu, membelah pinang, serta makan bersama sembari diiringi gaya tari konvensional Lego- Lego. Posisi Desa Takpala tidak jauh dari subjek darmawisata dahulu kala Pulau Sebaya.

– Pelacakan Paus

Posisi: Lamalera, Kabupaten Lembata( Pulau Lembata)

Kelakuan mencari paus dengan cara konvensional di Lamalera sudah berjalan semenjak ratusan tahun kemudian. Adat- istiadat aset nenek moyang itu lazim berjalan di dekat perairan Lamalera saja. Hasil mangsa paus hendak diganti dengan jagung, beras, ketela, pisang, serta pangan lain dari warga gunung. Ada pula, daging paus dibagikan pada seluruh masyarakat desa, paling utama janda serta miskin miskin.

Kegiatan itu lazim diselenggarakan antara bulan April serta Mei. Tidak hanya itu, di dekat posisi pula ada subjek darmawisata lain ialah tepi laut berpasir putih di Dusun Bean serta museum yang dapat membagikan data mengenai adat- istiadat mencari paus warga setempat yang berada di Dusun Benhading.

– Karnaval Paskah

Posisi: Kota Gelinggang( Pulau Timor)

Karnaval Paskah diselenggarakan dengan hidup di Kota Gelinggang. Berbagai alat transportasi dengan riasan mengenai ekspedisi Yesus hendak memenuhi jalanan serta berikutnya berarak kisaran kota.

– Bei Mau

Posisi: Betun, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Belu( Pulau Timor)

Seremoni adat dari Dusun Betun ini dihadiri oleh banyak kaum setempat. Mereka hendak terkumpul dalam rumah adat besar, kemudian memotong peliharaan. Sejauh ritual berjalan, turis pula dapat memandang gaya tari adat setempat dimana bedaya berajojing sembari memukul suatu kendang ataupun lebih populer dengan gelar Tari Likurai.

– Bui Ihi Hole

Posisi: Kabupaten Sabu( Pulau Sabu)

Pernyataan terima kasih warga atas hasil panen yang bagus dirayakan dengan karnaval jaran yang diiringi dengan perlengkapan nada konvensional semacam gong serta rebana, artikulasi syair adat, nyanyi- nyanyian orang. Sehabis Hole berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan melaut dengan perahu konvensional, kegiatan perang adat, adu ayam, serta malam hari ditutup dengan Pado’ a ataupun pertunjukkan tari konvensional.

– East Nusa Tenggara Expo, disingkat ENTEX

Posisi: Kota Gelinggang( Pulau Timor)

ENTEX merupakan demonstrasi yang menunjukkan semua adat serta kemampuan darmawisata yang terdapat di Nusa Tenggara Timur. Kegiatan itu dihadiri pula oleh penguasa kabupaten serta partisipan lain. ENTEX ialah peluang yang baik untuk kalian yang penasaran dengan adat warga Nusa Tenggara Timur. Sepanjang demonstrasi berjalan, diselenggarakan pula pergelaran tari konvensional serta performa lagu- lagu orang.

– Pacuan kuda

Posisi: Tanjung Bastian, Kabupaten Timor Tengah Utara( Pulau Timor)

Kegiatan balap jaran teratur diselenggarakan di Tanjung Bastian, lebih persisnya di Desa Humucu. Tidak hanya melihat kegiatan itu, kalian pula dapat bertamu ke dusun konvensional Tamkesi, kastel berumur kepunyaan Kerajaan Insana, serta Terowongan St Mary di Bitauni.

– Pergelaran Kelimutu

Posisi: Kabupaten Ende( Pulau Flores)

Pergelaran ini diselenggarakan di dekat telaga 3 warna Gunung Kelimutu. Tidak hanya menunjukkan tari- tarian konvensional, turis pula dapat memandang langsung kultur warga setempat.

– Hoes Ndeo

Posisi: Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao( Pulau Rote)

Seremoni Hoes Ndeo diselenggarakan 6 hari beruntun antara bulan Juli serta Agustus di Dusun Boni, berjarak 12 km dari bunda kota Kabupaten Rote Nda, Ba’ a. Seremoni itu dipersembahkan untuk dewa laut. Sebagian pertunjukkan yang dapat disaksikan sepanjang seremoni berjalan antara lain pertunjukkan mengendarai jaran, tari konvensional yang diiringi perlengkapan nada gong serta kebelai, lagu- lagu orang, dan artikulasi syair adat.

– Pergelaran Cepi Watu

Posisi: Kabupaten Manggarai Timur( Pulau Flores)

Pergelaran tahunan ini diselenggarakan buat memeringati HUT kebebasan RI. Pertunjukkan adat yang dapat disaksikan sepanjang pergelaran berjalan antara lain danding, mbata, sae, serta Tari Bentak.

– Balap kuda

Posisi: Waikabukbak, Kabupaten Sumba Barat( Pulau Sumba)

Ini merupakan pacuan jaran kategori nasional yang teratur diselenggarakan di Waikabukbak, Kabupaten Sumba Barat.

– Demonstrasi Pembangunan

Posisi: Arena Demonstrasi Fatululi, Kota Gelinggang( Pulau Timor)

Even tahunan ini lazim diramaikan oleh wiraswasta lokal serta penguasa kabupaten/ kota yang terdapat di Nusa Tenggara Timur.

– Pasola

Posisi: Wewewa, Kabupaten Sumba Barat( Pulau Sumba)

Adat- istiadat ini berasal dari Wanokaka, Loli, serta Kecamatan Wewewa. Diselenggarakan keluarga orang tani selaku pernyataan terima kasih atas berlimpahnya hasil panen, pasola yang satu ini lazim berjalan di tengah- tengah kebun.

– Dunia Po’ o

Posisi: Kabupaten Sikka( Pulau Flores)

Adat- istiadat yang berawal dari wilayah Wolowiro, Gaikun, Bu Utara, Bu Selatan, Renggarasi, Nduaria, Detumbingga, serta desa adat Woloata di Kecamatan Paga itu diselenggarakan buat menyongsong masa tabur antah. Dengan digelarnya Dunia Po’ o, warga berambisi hasil panen antah mereka berlimpah.

– Pergelaran Panen Kacang Hijau

Posisi: Kabupaten Lembata( Pulau Lembata)

Seremoni keramat ini diselenggarakan buat mengenang roh nenek moyang. Sejauh seremoni, berjalan pertunjukkan lagu orang serta syair yang diiringi game gong serta rebana.

– Rote Open International Surfing

Posisi: Nembrala serta Boa, Kabupaten Rote Ndao( Pulau Rote)

Even selancar global itu diselenggarakan di Tepi laut Nembrala yang populer hendak ombaknya yang menantang serta tepi laut pasir putihnya yang bagus.

– Pergelaran Nusak Sasando

Posisi: Ba’ a, Kabupaten Rote Ndao( Pulau Rote)

Pergelaran Nusak Sasando diselenggarakan buat mempertunjukkan keelokan suara perlengkapan nada sasando, semacam harpa konvensional yang berawal dari Pulau Rote.

– Nggua Uwi, Joka Ju, serta Teas Wela

Posisi: Detusoko, Kabupaten Ende( Pulau Flores)

Diselenggarakan di Dusun Detusoko, seremoni adat itu berperan selaku syukuran buat masa tabur serta seremoni dorong bala dari seluruh wujud kesialan.

– Seremoni Riput

Posisi: Tabundung, Sumba Timur( Pulau Sumba)

Seremoni Riput diselenggarakan di Dusun Tabundung. Dalam seremoni itu, turis dapat memandang langsung cara pembuatan membordir ikat yang bagi asal usul berawal dari India kuno. Dikala ini, membordir ikat itu jadi kain konvensional untuk warga setempat.

– Wulla Poddu

Posisi: Sumba( Pulau Sumba)

Seremoni adat buat menyongsong bulan bersih untuk penganut Marapu ini lazim diselenggarakan dengan kegiatan jagal ayam. Tiap- tiap kepala kaum dari para pengikut Marapu hendak menggantikan kegiatan pemotongan itu.

Wulla Poddu yang diketahui pula dengan julukan Bulan Pemeli berjalan sepanjang 30 hari di bulan November.

Insiden: Invitasi Mancing Internasional

Posisi: Kabupaten Sumba Barat( Pulau Sumba), Kabupaten Gelinggang( Pulau Timor), Kabupaten Rote Ndao( Pulau Rote)

Invitasi ini diselenggarakan di 3 posisi antara lain di perairan Kabupaten Sumba Barat, Tepi laut Tablolong Gelinggang, serta selesai di Rote Ndao. Pertandingan mancing global diiringi partisipan dari dalam negara serta luar negara.

– Toja Bobu

Posisi: Lela, Kabupaten Sikka( Pulau Flores)

Toja Bobu ialah pertunjukkan sendratari konvensional yang menceritakan mengenai Gadis Raja Prinseja yang dilamar saudagar Portugis bernama Maskadar.